MATERI:
KESETIMBANGAN KIMIA
A. Konsep Kesetimbangan Dinamis
keadaan
kesetimbangan dinamis, kita perhatikan reaksi penguraian (dissosiasi) gas N2O4
sebagai berikut :
N2O4
(g) -->
2 NO2 (g)
Tak
berwarna
merah-coklat
Mula–mula
laju reaksi disosiasi N2O4 berlangsung relatif lebih
cepat daripada laju reaksi pembentukan N2O4. Namun laju
reaksi pembentukan N2O4 juga makin lama makin bertambah
besar sesuai dengan pertambahan jumlah NO2 yang terbentuk.
B.
Reaksi Bolak Balik (reversible)
Perhatikanlah
kertas yang terbakar. Reaksi seperi itu kita golongkan sebagai reaksi yang
berlangsung searah atau reaksi yang tidak dapat balik (Irreversible).
Proses-proses
alami umumnya berlangsung searah, tidak dapat balik. Namun, di laboratorium
maupun dalam proses industri, banyak reaksi yang dapat balik. Reaksi yang dapat
balik kita sebut reaksi reversible.
C.
Azas Le Chatelier
Henri Louis Le Chatelier (1884)
berhasil menyimpulkan pengaruh faktor luar tehadap kesetimbangan dalam suatu
azas yang dikenal dengan azas Le Chatelier sebagai berikut:
“ Bila terhadap suatu kesetimbangan
dilakukan suatu tindakan (aksi), maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang
cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. “
Secara singkat, azas Le Chatelier
dapat dinyatakan sebagai:
Reaksi = – Aksi
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Pergeseran Kesetimbangan
Pergeseran kesetimbangan dapat dipengaruhi
oleh berbagai factor antara lain temperatur, konsentrasi, tekanan dan volume,
penambahan zat lain.
- Pengaruh
temperatur
Sesuai dengan azas Le Chatelier, jika suhu atau temperature suatu sistem kesetimbangan dinaikkan, maka reaksi sistem menurunkan temperatur, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor (ke pihak reaksi endoterm). Sebaliknya jika suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi eksoterm.
- Pengaruh konsentrasi
Pengaruh Konsentrasi Terhadap
Kesetimbangan
- Pengaruh tekanan dan volume
Penambahan
tekanan dengan cara memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi semua
komponen. Sesuai dengan azas Le Chatelier, maka sistem akan bereaksi dengan
mengurangi tekanan.
Sebagaimana
anda ketahui, tekanan gas bergantung pada jumlah molekul dan tidak bergantung
pada jenis gas. Oleh karena itu, untuk mengurangi tekanan maka reaksi
kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih kecil.
Sebaliknya, jika tekanan dikurangi dengan cara memperbesar volume, maka sistem
akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah molekul.
Reaksi akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih besar. Pengaruh
penambahan tekanan (dengan cara memperkecil volume) pada kesetimbangan reaksi :
CO+
3H2(g) <–> CH4(g) + H2O(g)
Contoh
reaksi searah yaitu reaksi antara batu pualam dengan asam klorida dengan
reaksi:
CaCO3(s) + 2 HCl(aq) →CaCl2(aq) + CO2(g) +
H2O(l).
Kalau kita
reaksikan lagi hasil reaksi tersebut tidak akan kembali lagi. Reaksi ini disebut
juga
reaksi berkesudahan. Contoh reaksi dapat balik yaitu pemanasan kristal tembaga(II) sulfat hidrat. Kristal tembaga(II) sulfat hidrat berwarna biru jika dipanaskan akan berubah menjadi tembaga(II) sulfat berwarna putih. Jika pada tembaga (II) sulfat diteteskan air maka akan berubah lagi menjadi tembaga(II) sulfat hidrat. Reaksinya ditulis sebagai berikut.
CuSO4.5 H2O(s) → CuSO4(s) + 5 H2O(g)
biru putih
CuSO4(s) + 5 H2O(l) → CuSO4.5 H2O(s)
putih biru
Reaksi yang dapat balik, dapat ditulis dengan tanda panah yang berlawanan,
(↔ ). Persamaan reaksi di atas dapat ditulis:
CuSO4.5 H2O(s)→ CuSO4(s) + 5 H2O(l)
Setelah mempelajari reaksi searah dan reaksi dapat balik, sekarang kita pelajari reaksi kesetimbangan. Coba perhatikan reaksi antara larutan besi(III) klorida dengan larutan kalium tiosianat yang menghasilkan ion besi(III) tiosianat.
reaksi berkesudahan. Contoh reaksi dapat balik yaitu pemanasan kristal tembaga(II) sulfat hidrat. Kristal tembaga(II) sulfat hidrat berwarna biru jika dipanaskan akan berubah menjadi tembaga(II) sulfat berwarna putih. Jika pada tembaga (II) sulfat diteteskan air maka akan berubah lagi menjadi tembaga(II) sulfat hidrat. Reaksinya ditulis sebagai berikut.
CuSO4.5 H2O(s) → CuSO4(s) + 5 H2O(g)
biru putih
CuSO4(s) + 5 H2O(l) → CuSO4.5 H2O(s)
putih biru
Reaksi yang dapat balik, dapat ditulis dengan tanda panah yang berlawanan,
(↔ ). Persamaan reaksi di atas dapat ditulis:
CuSO4.5 H2O(s)→ CuSO4(s) + 5 H2O(l)
Setelah mempelajari reaksi searah dan reaksi dapat balik, sekarang kita pelajari reaksi kesetimbangan. Coba perhatikan reaksi antara larutan besi(III) klorida dengan larutan kalium tiosianat yang menghasilkan ion besi(III) tiosianat.
Ciri-ciri
keadaan setimbang dinamis adalah sebagai berikut.
1. Reaksi berlangsung terus-menerus dengan arah yang berlawanan.
2. Terjadi pada ruangan tertutup, suhu, dan tekanan tetap.
3. Laju reaksi ke arah hasil reaksi dan ke arah pereaksi sama.
4. Tidak terjadi perubahan makroskopis, yaitu perubahan yang dapat diukur atau
dilihat, tetapi perubahan mikroskopis (perubahan tingkat partikel) tetap
berlangsung.
5. Setiap komponen tetap ada.
1. Reaksi berlangsung terus-menerus dengan arah yang berlawanan.
2. Terjadi pada ruangan tertutup, suhu, dan tekanan tetap.
3. Laju reaksi ke arah hasil reaksi dan ke arah pereaksi sama.
4. Tidak terjadi perubahan makroskopis, yaitu perubahan yang dapat diukur atau
dilihat, tetapi perubahan mikroskopis (perubahan tingkat partikel) tetap
berlangsung.
5. Setiap komponen tetap ada.
Pada saat
setimbang, ada beberapa kemungkinan yang terjadi dilihat dari
konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi pada saat itu.Contoh:
Pada reaksi A + B→ C + D ada 3 kemungkinan yang terjadi yaitu sebagai baeikut
konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi pada saat itu.Contoh:
Pada reaksi A + B→ C + D ada 3 kemungkinan yang terjadi yaitu sebagai baeikut
Kemungkinan
I ditunjukkan pada Gambar
a. Mula-mula konsentrasi A dan B harganya maksimal, kemudian berkurang sampai tidak ada perubahan.
b. Konsentrasi C dan D dari nol bertambah terus sampai tidak ada perubahan.
c. Pada saat setimbang, konsentrasi C dan D lebih besar daripada A dan B.
a. Mula-mula konsentrasi A dan B harganya maksimal, kemudian berkurang sampai tidak ada perubahan.
b. Konsentrasi C dan D dari nol bertambah terus sampai tidak ada perubahan.
c. Pada saat setimbang, konsentrasi C dan D lebih besar daripada A dan B.
Kemungkinan
II ditunjukkan pada Gambar
Perubahan konsentrasi A dan B menjadi
C dan D sama seperti kemungkinan I. Pada saat setimbang, konsentrasi C dan D lebih kecil daripada A dan B
C dan D sama seperti kemungkinan I. Pada saat setimbang, konsentrasi C dan D lebih kecil daripada A dan B
Kemungkinan
III ditunjukkan pada Gambar
Perubahan konsentrasi A dan B
menjadi C dan D sama seperti kemungkinan I dan II, tetapi pada saat setimbang
konsentrasi A dan B sama dengankonsentrasi C dan D.
menjadi C dan D sama seperti kemungkinan I dan II, tetapi pada saat setimbang
konsentrasi A dan B sama dengankonsentrasi C dan D.
Reaksi Kesetimbangan Homogen dan Reaksi
Kesetimbangan Heterogen
Berdasarkan wujud zatnya reaksi kesetimbangan dikelompokkan menjadi kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen.
Berdasarkan wujud zatnya reaksi kesetimbangan dikelompokkan menjadi kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen.
1. Kesetimbangan Homogen
Kesetimbangan homogen adalah sistem kesetimbangan yang komponennya
mempunyai wujud yang sama.
Contoh:
a. Reaksi kesetimbangan yang terdiri atas gas-gas
2 SO2(g) + O2(g) ↔2 SO3(g)
N2(g) + 3 H2(g) 2↔ NH3(g)
b. Reaksi kesetimbangan yang terdiri atas ion-ion
Fe3+(aq) + SCN–(aq)↔ Fe(SCN)2+(aq)
c. Reaksi kesetimbangan yang terdiri atas zat berwujud cair
CH3COOH(l) + CH3CH2OH(l)↔ CH3COOCH2CH3(l) + H2O(l)
2. Kesetimbangan Heterogen
Kesetimbangan heterogen adalah sistem kesetimbangan yang komponennya
terdiri atas zat-zat dengan wujud yang berbeda.
Contoh:
a. Reaksi kesetimbangan yang terdiri atas zat cair, gas, dan larutan
Reaksi: CO2(g) + H2O(l)↔ H2CO3(aq)
b. Reaksi
kesetimbangan yang terdiri atas zat padat dan gas
C(s) + 2 N2O(g)↔ CO2(g) + 2 N2(g)
c. Reaksi kesetimbangan yang terdiri atas zat padat, cair, dan gas
ICI(l) + Cl2(g)↔ ICl3(g)
C(s) + 2 N2O(g)↔ CO2(g) + 2 N2(g)
c. Reaksi kesetimbangan yang terdiri atas zat padat, cair, dan gas
ICI(l) + Cl2(g)↔ ICl3(g)






Buk saya ingin bertanya tolong ibu berikan contoh kesetimbangan kimia? Terimakasih buk
BalasHapuscontoh untuk kesetimbangan kimia itu, misalnya:
HapusDalam ruang 5 liter direaksikan 0,5 mol N2 dengan 0,4 mol gas O2 menurut reaksi:
N2 (g) + O2 (g) ↔ 2NO (g)
Setelah tercapai keadaan setimbang terbentuk 0,2 mol gas NO. Harga Kc adalah.....
A. 1/2
B. 1/3
C. 1/4
D. 1/5
E. 2/5
Pembahasan
Cari mol-mol lain saat kesetimbangan dari molnya gas NO yang diketahui:
N2 (g) + O2 (g) ↔ 2NO (g)
m 0,5 mol 0,4 mol -
b 0,1 mol 0,1 mol 0,2 mol
_________________________________
mol setimbang 0,4 mol 0,3 mol 0,2 mol
Konsentrasi saat setimbang:
[N2] = 0,4/5
[O2] = 0,3/5
[NO] = 0,2/5
sehingga tetapan kesetimbangan adalah 1/3.
terimaksih buk atas jawabannya
Hapusbu, Kalau kecepatan ke arah hasil reaksi dan pereaksi sama, apakah itu terjadi reaksi silih berganti atau bersamaan?
BalasHapusbaik, ibu akan menjawab, jadi dalam sistem kesetimbangan dinamis, reaksi yang menuju hasil reaksi dan reaksi yang menuju pereaksi berlangsung secara bersamaan dengan laju yang sama sehingga konsentrasi masing-masing zat dalam sistem kesetimbangan tidak berubah.
HapusTerimakasih ibu telah memberi penjelasan
HapusBu saya ingin bertanya penerapan kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari hari?
BalasHapusPenerapan kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari-hari, jika pada industri digunakan untuk:
Hapus1. Pembuatan Amonia (NH3)
2. Pembuatan Asam Sulfat (H2S04)
3. Pembuatan Gas Klor (Cl2)
jika selain di industri diantaranya yaitu:
1. Pengaturan pH Darah
2. Siklus Oksigen dalam Tubuh
3. Proses Fotosintesis.
Terimakasih bu atas penjelasannya
Hapusbu saya masih belum paham tentang pemahaman grafik kemungkinan 1 2 dan 3 ?
BalasHapusjadi, pada saat Pada saat setimbang, ada beberapa kemungkinan yang terjadi dilihat dari konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi pada saat itu.Contoh:
HapusPada reaksi A + B→ C + D ada 3 kemungkinan yang terjadi yaitu:
Kemungkinan I :
a. Mula-mula konsentrasi A dan B harganya maksimal, kemudian berkurang sampai tidak ada perubahan.
b. Konsentrasi C dan D dari nol bertambah terus sampai tidak ada perubahan.
c. Pada saat setimbang, konsentrasi C dan D lebih besar daripada A dan B.
kemungkinan II:
Perubahan konsentrasi A dan B menjadi
C dan D sama seperti kemungkinan I. Pada saat setimbang, konsentrasi C dan D lebih kecil daripada A dan B
Kemungkinan III:
Perubahan konsentrasi A dan B
menjadi C dan D sama seperti kemungkinan I dan II, tetapi pada saat setimbang
konsentrasi A dan B sama dengankonsentrasi C dan D. semua kemungkinan dapat terlihat pada grafik.
baiklah ibu, terimakasih . sekarang saya sudah mengerti tentang grafik kemungkinan 1 2 dan 3.
Hapusbu , saya belum mengerti materi yang bagian Pengaruh Konsentrasi Terhadap Kesetimbangan , bisa kah ibu jelaskan kembali?
BalasHapuspengaruh konsentrasi terhadap kesetimbangan, maksudnya yaitu:
Hapusapabila konsentrasi diperbesar maka kesetimbangan bergeser dari konsentrasi yang diperbesar. sedangkan apabila konsentrasi diperkecil maka kesetimbangan akan bergeser ke konsentrasi yang diperkecil.
terima kasih bu
Hapusbu, saya belum mengerti tentang soal-soal kesetimbangan kimia, bisakah ibu jelaskannya kembali?
BalasHapusbaiklah ibu akan memberikan contoh soal, misalnya:
Hapusdalam ruang tertutup direaksikan 2 mol A dan 3 mol B yang bereaksi membentuk reaksi bolak-balik 3A2 + 2B2--> 2A3B2
pada sat kesetimbangan tercapai zat A2 telah bereaksi sebanyak 1 mol. tentukan masing-masing zat pada keaadaan setimbang.
jawab:
A2 1 mol
B2 7/3 mol
A3B2 2/3 mol
Saya ingin bertanya bu, apa perbedaan mendasar antara Konsep Kesetimbangan Dinamis, Reaksi Bolak Balik (reversible) dan Azas Le Chatelier ?
BalasHapusbaiklah, jadi . Konsep Kesetimbangan Dinamis
Hapuskeadaan kesetimbangan dinamis, kita perhatikan reaksi penguraian (dissosiasi) gas N2O4 sebagai berikut :
N2O4 (g) --> 2 NO2 (g)
Tak berwarna merah-coklat
Mula–mula laju reaksi disosiasi N2O4 berlangsung relatif lebih cepat daripada laju reaksi pembentukan N2O4. Namun laju reaksi pembentukan N2O4 juga makin lama makin bertambah besar sesuai dengan pertambahan jumlah NO2 yang terbentuk.
B. Reaksi Bolak Balik (reversible)
Perhatikanlah kertas yang terbakar. Reaksi seperi itu kita golongkan sebagai reaksi yang berlangsung searah atau reaksi yang tidak dapat balik (Irreversible).
Proses-proses alami umumnya berlangsung searah, tidak dapat balik. Namun, di laboratorium maupun dalam proses industri, banyak reaksi yang dapat balik. Reaksi yang dapat balik kita sebut reaksi reversible.
C. Azas Le Chatelier
Henri Louis Le Chatelier (1884) berhasil menyimpulkan pengaruh faktor luar tehadap kesetimbangan dalam suatu azas yang dikenal dengan azas Le Chatelier sebagai berikut:
“ Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. “
Secara singkat, azas Le Chatelier dapat dinyatakan sebagai:
Reaksi = – Aksi
terimakasih bu atas jawabannya
Hapus